#Kelantan #Acheh #Banjir # Tsunami #Bencana
SeeHeart4Life OnLine Shoppe (Sila klik icon untuk mula shopping di sini)
4Life Research LLC - Digital NewsStand
Showing posts with label Isu. Show all posts
Showing posts with label Isu. Show all posts
Sunday, January 18, 2015
Monday, April 29, 2013
NEP - is it a hindrance to Malaysia unity and justice?
I actually like KJ's response to the first question and he is quite right in his response
The question was asked by I believe a non-bumiputera about how can we have an equal Malaysian (1Malaysia) when we have NEP at the same time.
NEP is not the reason why we can not have so-called 1Malaysia (if the meaning is to have justice to all races) as the very reason NEP was established was to make correction to the social-structure and wealth distribution left by colonial British. It is these very reasons why NEP was established due to the injustice of wealth distribution especially to the Malay majority and the injustice of social-structure especially against the Malays.
The objective is to enrich the uneducated Malays and the poor with capability and competencies to be in level playing fields with their fellow citizen the non-bumiputera i.e. the Chinese which mostly were businessmen and the Indian which mostly the professionals. Second objective is to re-shape the wealth distribution to the poor which happen to be mostly the Malays at that time and still is till today, but without taking away or sacrificing what is already residing with the non-Malays/non-bumiputeras but rather by enlarging the pie of wealth, with both bumiputera and non-bumiputera helping each other in enlarging the opportunity by bumiputera sharing their political will to the non-bumiputera whilst the non-bumiputera share business opportunity and knowledge to bumiputera community.
Without these, our forefather foresee (again regardless whether we agree or not), there will not be stability in the country just like what happen to South Africa, Israel, Zimbabwe, Fiji etc, when the the pre-colonial citizen were denied justice with level of playing fields.
As most of the poor especially the hard-core poor are the Malays/Bumiputera, NEP emphasises on "Malay Privilege" in meeting the objective of restructuring the social structure and these were agreed by our forefather among the major three races - Malay, Chinese and Indian in the social-contract regardless whether our generation agree with it or not. The word Privilege (Istimewa in Bahasa Melayu) used need to be analysed by the Malays as well as the non-Malays in more details. The word is 'temporary' in nature instead of the word Rights (hak). These need to be understood by the Malays that Privilege does not mean Rights especially when the new generation of citizen like us comes into existence.
The new generations will definitely question the - what perceive to be in-equal rights in NEP, whereas it was actually agreed by our forefather due to understanding of the spirit behind it. Lack of understanding about the spirit of it by the new generations was actually foreseen by our forefather. Hence, our forefather when they drafted NEP, realized this reality, this phenomena will going to happen anyway therefore, formulated something like a KPI for them to meet within the framework of NEP. KPI consists of expected deliverable/outcome and timeline. One of it for example is 30% equity among the bumiputera which consist more than 60% of the national population. Our forefather believed that, when all the deliverables in giving justice of wealth distribution and social structure are met within the stipulated timelines, the so-called privilege should slowly be removed to give equal rights and access to all races as 1Malaysia.
Overtime, these deliverable and timeline are like a time-bomb especially if one-by-one of the its deliverable not met within timeline.
The question really is not that NEP as barrier to national unity as it is actually the very reason for national unity but rather the question should be a) the failure to manifest the objective of NEP via failure to deliver the outcome within timeline; and b) the abuse of NEP in enriching small quarter of rich people and ignoring the majority who really need it. The central question is really a) who abuse the NEP? b) who should be responsible if the KPI set for NEP is not met? Answer to both questions are the same... BN led by UMNO.
Saksikan bagaimana PR cuba membetulkan keadaan ini
Rahsia BN Terbongkar. Video yang cuba diharamkan. from valmiki5 on Vimeo.
The ruling coalition led by UMNO is seen not only failed in delivering the NEP outcomes but also making excuse in extending it and also giving wealth to the few cronies. At the same time, the non-bumiputera business community has not been as sincere in delivering their promise in enriching opportunity and extending helping hand in sharing experience and knowledge to bumiputera community. Instead they have been seen as taking advantage of blood sucking attitude of authority (government) whom always hunger for extra money by giving them bribery. These corrupt practices have delayed the deliverables of the NEP and de-railed its objective hence risk of bringing the country to in-stability as foreseen by our forefather.
The question to us now, what should we as voters do about it. Should we give extended time to the 'old' coalition to meet the deliverable or should we give the mandate to 'new' force but still need to deliver the noble objective of NEP. Ignoring the correction of social-structure and wealth distribution is not the option if PR is thinking doing so.
Thursday, May 10, 2012
Tak usah ambil pembantu rumah kalau tak mampu - Indonesia
Apabila kerajaan Indonesia mengumumkan bahawa
pembantu rumah dari republik itu hanya akan menjalankan satu tugas dengan gaji
minimum RM700 sebulan, ia mencetuskan kontroversi. Kerajaan Malaysia pula menegaskan, apa yang diumumkan
oleh Indonesia
minggu lalu itu bercanggah dengan memorandum persefahaman yang dimeterai tahun
lalu. Dalam temu bual dengan Sinar Harian Online di pejabarnya kelmarin, Menteri
Penasihat Kedutaan Indonesia ,
Suryana Sastradiredja mengupas isu ini kepada wartawan RUZY ADILA IDRIS.
Meskipun MoU sudah dimeterai dan pertemuan susulan Pasukan
Petugas Bersama, nampaknya masih wujud kekeliruan kadar tuntutan gaji pembantu
rumah dari Indonesia ?
Saya turut
ditanya soalan sama oleh media lain mengenai perkara itu. Nampaknya berlaku
kekurangan kolaborasi dan penyampaian maklumat daripada pegawai Malaysia kepada
kerajaan dan juga kepada Perdana Menteri kerana ahli Pasukan Petugas Bersama
bercakap kepada media selepas saya membuat kenyataan.
Dalam
kandungan perjanjian nampaknya menekankan satu pembantu rumah satu tugas. Boleh
jelaskan?
SURYANA: Sebetulnya
begitu. Pada awalnya, kadar gaji ditetapkan antara RM600 hingga RM800 (sebulan)
untuk satu pengkhususan kerja, tetapi daripada angka itu kita dapat RM700 dan
pembantu rumah Indonesia perlu melalui latihan 200 jam. Latihan merangkumi empat
jenis iaitu pembantu rumah, pengasuh, penjaga orang tua dan memasak di mana
majikan Malaysia hanya boleh pilih satu bidang tugas. Masalahnya, saya tidak
pasti di mana kekurangan maklumat dan mungkin Pasukan Petugas Bersama (di pihak)
Malaysia tidak memaklumkan kepada menteri atau perdana menteri.
Oleh sebab itu, saya redakan berita itu. Okeylah, anda boleh
minta pembantu rumah kerja lebih, boleh minta pembantu rumah buat dua atau tiga
kerja lain, tetapi harus sepakat dulu. Jika majikan perlukan pembantu rumah
membuat tugas tambahan, mereka perlu membuat perjanjian dan bersetuju bayaran
tambahan yang dipersetujui bersama (oleh majikan dan pembantu rumah). Misalnya,
jika pembantu rumah diambil untuk membuat kerja rumah dan majikan perlu
bantuannya untuk menjaga anak, ini kerja tambahan, jadi bagilah dia bayaran
tambahan. Jika majikan cakap pembantu rumah buat anak cedera, perjanjian
menyatakan pembantu rumah hanya membuat kerja rumah dan majikan perlu
bertanggungjawab sendiri, kalau terjadi apa-apa, majikan tidak boleh saman.
Jika begitu, berapa bayaran tambahan?
SURYANA: Bergantung perjanjian antara majikan dan pembantu
rumah. Patut satu bidang satu gaji, jadi buatlah perjanjian dengan pembantu
rumah berapa tambahannya.
Apakah perbezaan perjanjian dahulu dan sekarang?
SURYANA: Mungkin orang Malaysia tidak faham makna hak
asasi manusia. Sebetulnya saya jamin itu. Definisi pembantu rumah ialah pekerja
rumah. Perjanjiannya pun itu domestic helper, yang tugasnya memang di rumah
untuk membersihkan rumah, menyapu, bersihkan kaca dan sebagainya. Sementara
urusan anak atau orang tua itu ialah nyawa. Boleh anda bayangkan seorang
pembantu rumah perlu menjaga anak, perlu menjadi jururawat. Itu melibatkan
nyawa. Kalau sudah kerja melibatkan nyawa itu bukan kerja pembantu rumah. Bagaimana
kalau salah? Salah beri suntikan atau ubat untuk orang tua, nanti majikan akan
salahkan pembantu. Padahal dalam Konvensyen ILO jelas menyatakan tugas pembantu
rumah hanya kerja membantu. Itu harus difahami. Masalahnya selama ini, orang Malaysia selalu
berfikir ke belakang, selalu melihat ke belakang di mana pembantu itu sebagai
superwoman, supermaid yang perlu kerja sampai cuci kereta, mandikan dan beri
anjing makan. Itu bukan kerjanya.
Orang Malaysia
selalu berpendapat mereka bayar murah, tapi beri kerja banyak kepada pembantu
rumah. Kadang-kadang pembantu rumah dibawa ke rumah saudara-mara untuk buat
kerja atau di sebelah siang disuruh masak di restoran manakala di sebelah
malamnya disuruh tunggu kedai. Ini berlaku kerana tiada justifikasi mengenai
tugas patut dijalankan sedangkan mereka sepatutnya bekerja di rumah.
Gaji RM700 sebulan dilihat terlalu tinggi? (Tetapi
hakikatnya) bukan semua orang ada orang tua ada di rumah mereka.
SURYANA: Kita faham pembantu rumah itu apa. Dalam kontrak
ada disenaraikan tugas dan tanggungjawab majikan, tenaga kerja. Ini kontrak
perlu ditandatangani majikan, pembantu rumah dan agensi. Hanya boleh bekerja
untuk majikan dan dilarang mencari pekerjaan lain atau disuruh kerja di tempat
lain. Harus patuhi arahan daripada majikan dalam mengerjakan pekerjaan rumah
sehari-hari meliputi – memasak, mengemas rumah, membasuh pakaian dan menggosok
pakaian. Ini perjanjian kerja untuk ditandatangani. Ini sangat jelas. Sekarang,
saya juga punya dua pembantu rumah dan seorang pemandu. Di sini saya ada dua
pembantu rumah dan dua pemandu. Tetapi saya tak pernah minta pembantu rumah
cuci kereta, saya tak pernah minta mereka berkebun sebab itu bukan tugas dia. Satu
pembantu rumah untuk menguruskan rumah tangga manakala seorang lagi untuk
menguruskan anak-anak. Kenapa? Sebab saya mampu bayar. Sementara itu, saudara
saya, tiada pembantu rumah, tiada kereta, dia kata saya bukan awak, saya tidak
kaya, saya tidak ada wang, saya tidak ada kereta, jadi saya tidak boleh bayar. Jadi
kenapa saya harus paksa. Kalau saya tak mampu bayar, sudahlah.
Sama juga di Malaysia ,
kalau tidak mampu sudahlah, kenapa harus ribut? Saya sedih… kan saya sudah cakap, menteri pun kata nak
cari alternatif cari sumber dari negara lain, carilah, jangan bising-bising. Contohnya,
kalau kita mahu membeli barang di Pavilion tapi harganya (kadar) Chow Kit, mustahil.
Kalau sebagai perbandingan maaf cakap, kalau mereka ada kemahiran 200 jam, saya
berani sumpah mereka tidak datang ke sini. Mereka pilih Hong Kong , Korea ,
gaji lebih tinggi.
Apa jaminan kerajaan Indonesia
majikan Malaysia
berbaloi membayar RM700?
SURYANA: Inikan ada dalam perjanjian, pekerja diberi latihan
200 jam mampu bekerja dan boleh dikategorikan pekerja gred A atau B. Kita juga
harus dapat jaminan daripada kerajaan Malaysia supaya mereka dibayar
sesuai. Kita kirim orang ada kemahiran dan ada sijil. Kita minta jaminan mereka
diberi tugas sesuai bidang kemahiran mereka. Di Indonesia, ada lapan agensi pekerjaan menguruskan kemasukan pekerja
manakala di Malaysia ada lima agensi. Agensi ini bekerjasama, mereka beri
latihan dan agensi Malaysia uruskan penempatan.
Kita juga minta
agensi dan kerajaan Malaysia beri biodata majikan seperti yang kerajaan
Indonesia kirimkan biodata calon pembantu rumah kepada calon majikan di
Malaysia. Biodata itu merangkumi latar belakang majikan, gaji majikan sekurang-kurangnya
RM5,000 untuk satu isi rumah (dulu hanya RM3,000) dan termasuk status kesihatan
majikan. Kita tidak mahu majikan yang mempunyai sakit mental menggaji pekerja
kita. Sebenarnya begini, matlamat kita bekerja dengan Malaysia untuk membina
hubungan baik. Kita saling membantu. Kerajaan Malaysia harus memastikan mereka
tidak layak, jangan ambil pembantu rumah dan kerajaan Indonesia pula tidak
bekalkan pekerja yang tidak mempunyai kemahiran yang akan menimbulkan masalah.
Apakah perbezaan kandungan perjanjian dahulu dan
sekarang?
SURYANA: Dahulu, kadar gaji tidak ditetapkan, tetapi
sekarang gaji ditetapkan RM700 . Tetapi RM600 boleh ditetapkan bagi negeri seperti
Terengganu, Kelantan, Sabah di mana kos hidup
lebih rendah. Selain itu, pasport boleh dipegang pembantu rumah, hak satu hari
kelepasan am yang tidak ditetapkan harinya dan majikan perlu buka akaun bank
untuk bayar gaji. Jika berlaku kes tidak bayar gaji, ada bukti.
Subscribe to:
Posts (Atom)
IKLAN
ealier posting
FB Box
Blog of people that I know
-
-
-
Sedikit perkongsian saya yang Allah takdirkan pada 28 Mac 2012 ketika diberi kesempatan bersembang dgn seorang hamba Allah warga asing berbangsa Jerman ber...14 years ago
-
Blog of People I wish to know
-
-
PROGRAM KORBAN 2019/1440h - NOTA: Sila rujuk posting program korban tahun tahun lalu di fb/kelabhajimuda fb/drridzwan. JOM BERKORBAN SAMBIL MEMBANTU EKONOMI MASYARAKAT DHUAAFA ...7 years ago
-
Soalan Popular Simpanan Syariah : Ulasan Tahap Orang Awam - [image: kwsp] Beberapa hari pertama pelancarannya, ia disambut hangat dan sangat baik oleh awam, tiba-tiba di awal minggu kedua, sudah mula berlegar pelb...10 years ago
-
Sekilas 52 - Mengapa Mahhaj Wahabi Di Tentang (3) - Mengenai Peminta Dan Pendokong Wahabi - Bagi siri yang ketiga ini ingin saya kongsikan, kenapa Manhaj Wahabi ini ditolak oleh tuan-tuan guru kita terdahulu. Saya mulakan dengan saya ulangi bebe...10 years ago
-
-
Berita Gembira..!! - السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Untuk perkongsian dan usrah yang lebih berkesan kami telah mewujudkan web site khas untuk anda. segala bahan usrah yang t...16 years ago
-
Other blogs
-
How Do I Know What Iphone I Have A1778 - IMEI lookup You can also find the capacity of your iPhone with an IMEI lookup which is a good option if you cant power on your iPhone and the capacity is...4 years ago
-
Hello world! - Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!7 years ago
-
-
(video CCTV) TAMPAR IMAM KETIKA SOLAT JUMAAT... Wahabi marah? - Lihat Video CCTV di Bawah (real); https://www.facebook.com/AbuSyafiq1/videos/897710180319429/10 years ago
-
Mata air salsabil - Oleh DR. ZULKIFLI MOHAMED AL-BAKRI Pemandangan alam akhirat pastinya jauh lebih hebat daripada apa juga keindahan yang ada di atas muka bumi ini. - Gambar ...14 years ago
-
Kedua - Tanda Aras Suksess Anda - Anda telah berjaya apabila anda tahu bahawa kejayaan dan kemenangan tidak mencipta diri anda dan bahawa kegagalan dan kekalahan tidak memusnahkan diri anda.15 years ago
-
